Para pengusaha

Para pengusaha galian pasir dan batu (sirtu) di Kabupaten Mojokerto harus bersiap menghadapi kenaikan retribusi.Tahun ini Pemkab Mojokerto membidik sektor ini sebagai penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa menyatakan, PAD 2011 ditargetkan Rp80 miliar, naik Rp20 miliar dari target 2010. Salah satu yang ditarget adalah sektor pertambangan galian C yang jumlahnya memang cukup banyak.

Pada 2010,sektor galian C hanya menyumbang PAD sebesar Rp3 miliar dengan retribusi Rp3.000/rit. Jumlah ini dianggap terlalu kecil dibanding banyaknya usaha pertambangan sirtu di seluruh kecamatan. Tahunini, retribusigalianCditargetkan menjadi Rp12 miliar. Mustofa menjelaskan, besaran retribusi masih dipertahankan. Hanya dia menargetkan ada 40 ekskavator di seluruh lokasi pertambangan sehingga bisa mencapai target PAD ini. Mustofa meyakinkan kenaikan target PAD ini sangat realitis.

Sebab lokasi penambangan sirtu di Jatim hanya ada di dua wilayah, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Pasuruan. ”Kami yakin target ini bisa terlampau. Kami hanya menarget 40 ekskavator,”paparnya. Sejauh ini dia mengaku belum menghitung berapa ekskavator yang beroperasi di wilayahnya. Yang jelas kata dia, angknya jauh melebihi angka 40 unit. Lantaran itu, ia memastikan jika peningkatan PAD tahun ini akan disumbang lebih banyak dari sektor ini. ”Hitungan matematis sudah matang. Dan dipastikan ini akan tercapai,” ujar Mustofa yang juga memiliki usaha penambangan galian C ini. Saat ini mekanisme kenaikan retribusi ini tengah dibahas. Dan secepatnya kata dia,tarif yang baru itu akan ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda). ”Mekanismenya sedang kami atur agar tak ada kebocoran nantinya.

Kita juga sedang mencari potensi untuk peningkatan PAD dari sektor lain. Yang pasti, masih banyak yang belum tergarap,”ujar Mustofa. Sementara itu banyaknya penambangan galian C di wilayah Kabupaten Mojokerto menjadi perhatian serius kalangan pecinta lingkungan. Salah satu aktivis lingkungan, Sisyantoko mengatakan, tak seharusnya Pemkab Mojokerto hanya berbicara mengenai punditpundi PAD dari sektor ini. Ada hal lebih penting yang harus diatur dan selama ini luput dari perhatian. Hal penting itu kata Sisyantoko, adalah reklamasi. Selama ini kata dia,banyak lokasi dan bahkan hampir semua penambangan tanpa dilakukan reklamasi. Seharusnya kata dia, pemkab terlebih dahulu membuat aturan untuk ini, agar kerusakan lingkungan tak terjadi secara terus menerus.

”Lihat saja lokasi yang sudah digali.Kalau sudah habis, tak ada reklamasi yang dilakukan,”tegas Sisyantoko. Terlebih tambah Sisyantoko, penegakan aturan dalam hal ini juga dianggapnya lemah.Terbukti banyak lokasi penambangan yang berada di pinggir sungai. Bahkan, tak jarang penggalian dilakukan di bibir sungai hingga mengakibatkan erosi. ”Selamatkan dulu lingkungannya dengan kebijakan yang ditegakkan.Jangan hanya soal PAD nya saja yang dipikir,”kritiknya. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang Para pengusaha.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel