Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya

Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya menemukan adanya dugaan penyelewengan dana bantuan operasional pendidikan daerah (Bopda) yang totalnya sekitar Rp5,4 miliar. Indikasi penyimpangan dana Bopda hibah untuk sarana dan prasarana terbongkar karena sampai saat ini ada sekitar 73 sekolah swasta yang tidak membuat laporan keuangan. Padahal, sesuai aturan laporan keuangan harus diserahkan akhir Februari.

Sebab Bopda untuk 2011 bakal cair dalam waktu dekat. Pihak Dindik khawatir, dana yang berasal dari APBD Kota Surabaya tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. ”Kami sudah memberikan deadline (batas akhir penyerahan laporan) akhir Februari, tetapi tidak didengarkan,” ujar Kepala Dindik Kota Surabaya Sahudi kemarin. Sahudi mengaku, jumlah sekolah yang tidak mau memberikan laporan keuangan sekitar 73 sekolah. Mereka berasal dari SD-SMA swasta.

Dengan tidak adanya laporan pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana ini, dimungkinkan ada penyimpangan anggaran. Sahudi mengaku,Dindik telah mengirim surat teguran secara tertulis sebanyak tiga kali ke masing-masing kepala sekolah. Namun, sampai saat ini pihaknya belum ada laporan baru. ”Teguran tertulis sudah kita layangkan. Harusnya Februari selesai secara keseluruhan,” ujar dia.

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal mengucurkan dana hibah untuk sarana dan prasarana sekolah yang mencapai Rp75 juta setiap tahunnya. “Jumlah dana ini kan tidak sedikit, seharusnya disyukuri dengan memberikan laporan dengan benar,” kata Sahudi. Sekretaris Dindik Kota Surabaya Bambang Sugijanto mengatakan, kesulitan pihak sekolah menyajikan laporan keuangan sudah terjadi tiap tahun. Banyak sekolah yang belum bisa memberikan laporan keuangan sesuai dengan standar Pemkot.

Biasanya mereka terkendala dengan penulisan buku kas umum (BKU) serta pembayaran pajak. ”Kami sudah memberikan pemaparan, tetapi mereka masih belum bisa juga menyajikannya,”katanya. Sementara itu,Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Eddie Budi Prabowo mengatakan, kelakuan sekolah yang tidak membuat laporan keuangan menyalahi aturan. “Sekolah yang bersangkutan harus diberi peringatan keras,” katanya. Pihaknya mengimbau supaya Dindik tidak mencairkan jatah Bopda tahun 2011. “Dipending ajasampai ada laporan keuangan. Jangan dicairkan uangnya,”ucap dia. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel