Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan

Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan (PK), kembali mendatangi Badan Kehormatan (BK) DPR hari ini. Yusuf sebelumnya menuding sejumlah elit PKS melakukan pelanggaran kode etik DPR.

Kepada wartawan, dia menilai sejumlah elit partai enggan menanggapi pengaduannya ke BK DPR itu karena takut. "Mereka khawatir atau takut barangkali karena saya adalah perut dari PKS," katanya pada wartawan, Jumat 18 Maret 2011.

Mengapa masalah ini tidak diselesaikan di internal PKS? "Karena sejumlah elit politik PKS berpihak pada pihak tertentu dan tidak berpihak pada kebenaran."

Dia pun menambahkan sebagian besar anggota partai PKS tidak mengerti inti dari permasalahan.

Sebelumnya, Yusuf Supendi menyatakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera. Luthfi Hasan Ishaaq, telah berdusta. Laporan soal dusta itu dimasukkan Yusuf ke BK DPR, Kamis kemarin. Dia pun menyerahkan dokumen setebal 75 halaman.

Latar belakangan permasalahan itu, kata dia, adalah keputusan Musyawarah Kerja Nasional PKS ke-2 di Bali pada Februari 2008.

Di dalam Mukernas itu, Yusuf mempersoalkan keputusan mengenai sistem keanggotaan partai, terbuka atau tertutup. Saat tiga badan di pimpinan pusat PKS belum memutuskan sebagai partai terbuka, Luthfi Hasan Ishaaq, yang kemudian menjadi Presiden PKS, sudah menyatakan di media bahwa sistem keanggotaan PKS terbuka.

Sekjen PKS, Anis Matta, juga menyebutkan ke media bahwa PKS merupakan partai terbuka. "Padahal pimpinan belum memutuskan seperti itu," kata Yusuf.

Pada 17 Juni 2010, Yusuf mengirimkan surat ke Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, menyinggung perilaku Luthfi dan Anis namun tak ditanggapi. Surat keduanya pada 21 Juli 2010 juga tak ditanggapi.

Namun, Yusuf mengaku mendapat ancaman dari Luthfi. "Saya pada 23-24 Juni 2010, menerima ancaman berupa coretan di rumah saya yang sejak 1990 belum pernah terjadi apa-apa. Sehabis itu baru SMS dari Pak Luthfi Hasan Ishaaq," katanya.

Selain itu, Yusuf juga mengungkapkan PKS selama ini mendapat pasokan dana dari Timur Tengah. Presiden PKS, Lutfhi Hasan Ishaq, sendiri menantang bukti atas aduan ini. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel