Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Batubara

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Batubara, Azwar Hamid mengingatkan masyarakat untuk berperan lebih aktif dalam menjaga eksistensi areal hutan mangrove di wilayah itu. Sikap protektif, perlu dilakukan warga mengingat terancam punahnya kawasan hijau di pesisir, akibat sejumlah faktor seperti perambahan liar serta penyimpangan pemanfaatan lahan. ”Masyarakatlah yang paling efektif untuk menjaga hutan mangrove itu. Awasi. Kalau ada yang merusak laporkan kepada pihak yang berwenang,” kata Azwar Hamid.

Apalagi dalam berbagi kajian dan analisis secara ilmiah, menurut dia, hilangnya hutan pantai merupakan salah satu penyebab yang paling bertanggungjawab terhadap merosotnya angka hasil tangkapan ikan nelayan di Indonesia secara umum. Dampak negatif tersebut, diakuinya saat dikonfirmasi kemarin, yang paling parah justru dirasakan oleh nelayan tradisional yang punya alat tangkap sederhana dengan kapasitas yang sangat terbatas.

Diskanla, lanjutnya, dalam merangsang hijaunya kembali pesisir, tengah berusaha merealisasikan program penanaman satu juta pohon mangrove, termasuk penanggulangan abrasi laut yang rencananya bakal dilansir tahun ini. Kekhawatiran terhadap ancaman kepunahan total mangrove dan perlunya gerakan masyarakat secara massal itu, juga disampaikan kalangan legislatif setempat. Ketua Komisi A DPRD Batubara, Al-Asari menegaskan, persoalan mengamankankawasanhutan, secara strategis juga melibatkan fungsi Badan Pertanahan Negara. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Batubara.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel