Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel

Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel mulai mengusut tewasnya tahanan Polsek Tanjung Agung Pandri Riansyah, 17, yang meninggal seusai ditangkap aparat kepolisian. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian tersangka pembunuh Junraidi, 11,ini. Menurut Kabid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumsel AKBP Frangky Parapat, anggotanya mulai melakukan pemeriksaan terkait tewasnya tersangka di sel tahanan Polsek Tanjung Agung.Walaupun, tidak ada atau ada tindakan kekerasan terhadap jasad tersangka.

“Ada atau tidak ada kekerasan kita usut kejadian itu. Anggota polisi yang terlibat atau tidak diambil keterangan terkait kasus yang ada dan itu tidak hanya di Polres Muaraenim, tetapi polres lain di wilayah hukum Polda Sumsel,” kata Frangky kemarin. Menurut dia,sesuai laporan yang diterima langsung dari Kapolres Muaraenim, penyebab kematian tersangka karena kekurangan darah (anemia). Namun, sesuai instruksi diminta penyidik yang melakukan pemeriksaan pertama kali melampirkan keterangan resmi jika tersangka mengalami kekurangan darah. “Saya sudah minta kepada Kapolres agar penyidik yang pertama kali melampirkan keterangan jika tersangka mengalami kekurangan darah bukan secara lisan. Jadi, jangan sampai merugikan Polri karena itu bisa jadi referensi dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Selain itu, ungkap dia, jika hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan anggota Polri terkait kasus yang ada, Bidang Propam akan tegas menjatuhkan. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Sabaruddin Ginting mengatakan, hasil visum luar tubuh tersangka tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Lalu dilakukan autopsi lanjutan, yakni klinis laboratorium, untuk memastikan penyebab kematian tersangka. “Hasil keterangan anggota Polsek setelah ditangkap tersangka ada beberapa kali mengeluhkan sakit dan dilakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat.

Akhirnya,tersangka meninggal di sel tahanan,” kata Sabaruddin. Namun,pihaknya tetap melakukan upaya penyelidikan terkait hasil visum,autopsi dan pemeriksaan saksi-saksi, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian tersangka, apakah karena sakit atau hal yang lain. Sementara itu,Wakapolres Muaraenim Komisaris Polisi (Kompol) Kristovo Arianto mengatakan, pihaknya sedang menunggu jasad korban dan hasil visum untuk mengetahui penyebab kematiannya. “Kita belum tahu penyebab kematiannya dan sekarang jasad masih dari perjalanan dari Palembang menuju Tanjung Agung,” kata Kristovo seraya menyatakan bahwa Kapolres Muaraenim yang akan memberikan keterangan langsung terkait kematian korban.

Sedangkan, Kapolsek Tanjung Agung AKP A Roni Romli mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan terkait kematian tersangka. “Sesuai instruksi Wakapolres, keterangan harus satu pintu dan Kapolres nanti yang memberikan penjelasan,” pungkas Roni. Untuk diketahui, Pandri Riansyah,17,warga Desa Paduraksa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, ditangkap aparat Kepolisian Resor (Polres) Muaraenim dan Polsek Tanjung Agung, Senin (2/5) sekitar pukul 06.30 WIB di rumahnya. Tersangka dituduh melakukan pembunuhan terhadap Junraidi, 11,warga yang sama. Motif pembunuhan mencuri ponsel korban . Pencurian ponsel dilakukan tersangka saat korban mandi di Sungai Enim.

Selanjutnya, tersangka membunuh korban dengan cara diikat di sebuah batang kayu dengan leher dijerat ikat pinggang dan mulut disumpal celana dalam (CD). Peristiwa pembunuhan terjadi pada Kamis (14/4). Demikian catatan online Mesin Glundung tentang Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel