Pemerintahan Kota (Pemko) Medan

Pemerintahan Kota (Pemko) Medan harus menyediakan sarana dan prasarana untuk melengkapi gedung baru yang dihibahkan PT Askes (Persero) Regional Sumatera Utara-NAD di RSUD dr Pirngadi, Medan. Mengingat gedung itu sudah siap, jadi harus segera diisi sarana dan prasarananya. Pihak rumah sakit harus benarbenar membuat planning yang baik dan membuat nyaman ruangan baru. Dengan adanya bangunan itu, rumah sakit jangan lagi punya alasan klasik kenapa belum dipakai. Kalau memang belum ada sarana dan prasarananya, ya Pemko Medan harus anggaran untuk itu, agar segera dipakai.

Jangan terlalu lama dikosongkan,” ungkap anggota Komisi B DPRD Kota Medan, Bahrumsyah, kepada wartawan saat dihubungi, kemarin. Selain itu, menurut dia, yang paling tak boleh dilupakan adalah menyiapkan sumber daya manusianya. Hal itu akan berpengaruh dengan pelayanan. ”Kalau fisik bangunan bagus, tapi SDM tidak baik,pelayanan kesehatan juga tak baik.

Maka di samping membangun fisik, juga harus membangun SDM-nya,”ujarnya. Sementara itu, hibah gedung PT Askes (Persero) Regional I Sumatera Utara-NAD di RSUD dr Pirngadi Medan merupakan hibah bersyarat. Sebab, RS Pirngadi harus mengembalikan biaya hibah senilai Rp 4,5 miliar dalam waktu lima tahun. Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Dewi Fauzi Syahnan SpTHT mengatakan,menurut konsep, PT Askes menghibahkan gedung tersebut dengan fasilitas 40 kamar dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur.

”Hibah ini bersyarat. Kami akan mengembalikan biaya hibah itu selama lima tahun. Selain gedung, PT Askes juga akan melengkapi dengan tempat tidur,”ucap Dewi. Tapi, sebut Dewi, tempat tidur yang dijanjikan masih belum mereka terima. ”Kita sudah ajukan ke Askes untuk melengkapi tempat tidur itu,” jelasnya. Sementara itu, RS Pirngadi akan melengkapi sarana dan prasarana lain, seperti TV,mebel, peralatan infus, dan oksigen.

”Sarana lain, kami yang menyiapkan.Anggarannya sudah diajukan di tahun ini,” papar Dewi. Dewi optimistis gedung yang digunakan untuk pasien kelas I peserta Askes itu beroperasi Mei 2011.Mereka hanya menunggu beberapa kelengkapan sarana dan prasarana lainnya. Di tempat terpisah,Kepala Cabang Utama Utama PT Askes Medan Andi Afdal menyebutkan, pembangunan gedung 40 kamar di RSUD dr Pirngadi Medan memang merupakan hibah bersyarat.

Namun, menurut dia, mereka hanya menghibahkan gedung, tidak termasuk pengadaan tempat tidur pasien. ”Tapi itu terserah pihak rumah sakit kalau mau mengusulkannya ke PT Askes, kami hanya bantu bangunan,” ujarnya saat dihubungi. Sebelumnya, berdasarkan pantauan wartawan, gedung berlantai empat yang dibangun dengan nilai anggaran Rp4,5 miliar untuk pasien kelas I peserta Askes itu tampak kokoh dan dilengkapi lift.

Hanya, gedung tersebut tidak tersambung baik dengan RS Pirngadi, karena hanya ada beberapa anak tangga sebagai penghubung. Meski sudah siap dibangun akhir 2010, namun bangunan itu tidak bisa digunakan, karena ketiadaan sarana pendukung, seperti tempat tidur dan lainnya. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang Pemerintahan Kota (Pemko) Medan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel