Penyergapan Osama bin Laden

Penyergapan Osama bin Laden mendapat perhatian penuh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan pemimpin tertinggi Paman Sam yang lain. Mereka memantau penuh operasi penyergapan orang paling diburu negaranya tersebut, termasuk untuk memastikan keberhasilan operasi, secara live di Situation Room Gedung Putih, Washington DC.

Telegraph menuturkan, pemantauan yang tak ubahnya seperti acara nonton bareng serangan Navy Seals ke sebuah rumah di Abbottabad, Pakistan, Minggu (1/5) waktu setempat diikuti hampir semua pejabat yang berkepentingan dalam keamanan Amerika.Selain Obama,hadir pula Wakil Presiden Joe Biden, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Menteri Pertahanan Robert Gates, Kepala Staf Gabungan AS Laksamana Mike Mullen, Penasihat Keamanan Nasional Tom Donilon,dan Kepala Kontra Terorisme AS John Brennan.

Mereka menyaksikan ketika serangan dimulai hingga bagaimana seorang komandan Navy Seals melumpuhkan Osama. Tembakannya tepat mengenai mata kiri Osama. Pria berusia 54 tahun itu pun tersungkur. Komandan itu lantas menembaknya lagi dalam istilah militer dikenal sebagai pukulan ganda untuk memastikan dia telah tewas.

Tembakan itu diduga diarahkan ke dada. Suasana tegang mewarnai Situation Room selama pasukan khusus yang mereka andalkan melakukan penyerangan. Semua orang terlihat menahan nafas dengan muka tegang.Tak satu pun orang yang membuka suara ketika layar televisi di ruangan itu mulai dihidupkan dan menayangkan adegan mirip film seri yang dibintangi aktor Kiefer Sutherland.

Para tentara itu bergerak ke sebuah rumah. Suara tembakan dan teriakan terdengar.Para petinggi negeri adi daya itu pun menahan nafas.Tangan mereka bersedekap. Mata mereka terus menatap dengan serius layar televisi yang menayangkan streaminglangsung dari kamera yang dipasang di helm seorang komandan pasukan elite angkatan laut AS (Navy Seals) yang dikirim untuk menggelar operasi besar di Pakistan. Selama 40 menit orangorang di ruangan itu menyaksikan kejadian demi kejadian yang telah mereka tunggu selama 10 tahun.

Hillary Clinton yang berada di ruangan itu bahkan jelas tak bisa menutupi perasaannya. Dia menutup mulut dengan tangannya saking tegangnya menyaksikan adegan di layar televisi. Sedangkan sang bos, Presiden Obama,yang duduk di pojok kiri ruangan, bersebelahan dengan Joe Biden, terus fokus ke layar televisi dengan tangan yang mengepal. Wajahnya sangat tegang, apalagi ketika dia mendengar suara di speaker itu. “KitatelahmengidentifikasiGeronimo,” ujar suara itu.

Geronimo, kode nama untuk Osama bin Laden. Obama langsung mengalihkan pandangan dari layar televisi itu ke semua orang yangberadadiruanganitu.“Kita mendapatkannya, ”ujarnya. Tak lama berselang,Obama membuat pengumuman bahwa pentolan teroris nomor satu dunia, pimpinan Al-Qaeda, Osama bin Laden, telah tewas dalam serangan yang digelar pasukan elite angkatan laut AS (Navy Seals) di Abbottabad,Pakistan.

Seluruh rakyat Amerika bersorak kegirangan. Musuh nomor satu negara itu kini hanya tinggal nama. Telegraph menuturkan, selain memperlihatkan saat-saat Osama tertembak, salah satu adegan live streaming itu juga memperlihatkan bagaimana salah satu istri Osama bertindak sebagai tameng manusia bagi suaminya ketika Osama lari menembakkan AK47-nya.

Wanita itu, istri termuda Osama, Amal al-Sadeh,27,dipaksa Osama mengorbankan nyawanya ketika sang suami membalas tembakan ke arah tentara Navy Seals yang menyerbu rumah yang dia tinggali itu. “Dia melawan ketika ada peluang untuk mendapatkan Osama.Dia dipasang seperti digunakan sebagai tameng manusia,” ujar Kepala Kontra Terorisme AS John Brennan dikutip The Daily Mail, merujuk Amal al-Sadeh.Amal al-Sadeh tewas dalam serangan itu.Begitu juga Osama.

Selain keduanya, putra Osama, Khalid, 22, dan dua kakak beradik yang diduga berperan sebagai kurir, juga tewas. Komandan Navy Seals langsung membawa mayat Osama. Sementara lainnya ditinggal begitu saja di kompleks itu. Istri Osama, keduanya berusia awal 50-an dan salah satu dari mereka berasal dari Yaman, adalah mereka yang ikut ditinggal di kompleks itu.Wanita ketiga, yang terluka dalam serangan itu, dibawa ke sebuah rumah sakit militer.

Pejabat lain memaparkan, total ada sembilan anak berusia antara 2—12 tahun, berada di kompleks itu, termasuk putri Osama yang berusia 11 tahun. Mereka kini berada dalam tahanan Badan Keamanan Pakistan. Seorang pejabat senior Pakistan menuturkan, mereka akan diinterogasi. “Kami ingin tahu keseluruhan ceritanya. Bagaimana dan kapan mereka semua datang ke kawasan itu? Di mana Osama selama bertahun-tahun ini?

Dan apakah dia benar-benar di sana ketika serangan itu terjadi? Ada banyak pertanyaan yang harus dijawab,” ujar pejabat itu kepada PTI. Osama diperkirakan telah tinggal di Abbottabad selama beberapa waktu.Seorang wanita yang ditangkap di kompleks tempat dia terbunuh dilaporkan memaparkan kepada penyelidik bahwa mereka telah pindah ke rumah itu beberapa bulan lalu.

“Salah satu wanita yang bicara dengan bahasa Inggris pas-pasan mengaku mereka telah pindah ke kompleks itu beberapa bulan lalu.Tapi, kami ingin tahu bagaimana mereka datang ke sana,” ujar seorang pejabat keamanan Pakistan yang dikutip harian Pakistan, Dawn.

Hambali Petunjuk Penting

Bagaimana intelijen AS bisa mendapatkan tempat persembunyian Osama setelah hampir sepuluh tahun memburu pimpin Al-Qaeda tersebut pascaserangan 11 September 2001 atau Peristiwa 9/11 juga menjadi cerita paling menarik. Sejumlah informasi menyebutkan, terbongkarnya keberadaan Osama itu tak lepas dari seorang kurir asal Kuwait bernama Abu Ahmad al-Kuwaiti.

Nama ini diperoleh CNN dari sumber diplomatik Washington karena pemerintah tidak akan mengungkapkan identitas kurir yang sepak terjangnya mulai diawasi sejak 2007 ketika AS membuka jalan ke sebuah rumah di Abbottabad, Pakistan, tempat tinggal Osama. AS mendapatkan nama itu berdasarkan analisis pemeriksaan terhadap beberapa tahanan di fasilitas penahanan Angkatan Laut AS di Guantanamo Bay,Kuba. Beberapa tahanan menyebutkan,Abu Ahmad al- Kuwaiti dekat dengan Khaled Sheikh Mohammed, perencana operasi senior Al-Qaeda, yang juga berkebangsaan Kuwait.

Informasi atas analisis tahanan ini datang dari dokumen Departemen Pertahanan AS yang dipublikasi situs peretas WikiLeaks. Sejak operasi yang menewaskan Osama, pejabat AS beberapa kali mendeskripsikan kurir yang mereka ikuti sebagai pelindung Mohammed dan seorang anggota senior lain Al- Qaeda, Abu Faraj al-Libi, tahanan asal Libya yang disebut sebagai pemimpin paling senior ketiga Al-Qaeda yang ditangkap pada Mei 2005.

Nama al-Kuwaiti muncul pada sebuah taksiran Departemen Pertahanan AS (Pentagon)— yang disatukan pada Oktober 2008. Salah satu orang yang menyebut keberadaan al-Kuwaiti dalam analisis itu adalah tersangka anggota Al-Qaeda asal Indonesia, Hambali alias Riduan Isomuddin. Hambali menghabiskan hampir dua tahun pada 1980-an di medan tempur di Pakistan dan Afghanistan.

Dalam analisis pemeriksaan Hambali, yang kini ditahan AS di Guantanamo Bay, disebutkan bahwa pria asal Jawa Barat itu mengenal Mohammed. Analisis itu memaparkan, pada November 2001,Hambali dan istrinya meninggalkan Kandahar menuju Karachi. Mereka tinggal di griya tawang al-Kuwaiti selama dua pekan. Al-Qaeda mengoperasikan jaringan griya tawang (rumah aman) di Afghanistan dan Pakistan sebelum dan segera setelah serangan 11 September 2001.

Hambali ditangkap pada Agustus 2003 di Thailand dalam sebuah operasi gabungan AS dan Thailand. Pria yang diduga menjadi tangan kanan Osama di Asia Tenggara itu disebut dokumen Pentagon sebagai “tahanan bernilai tinggi”. Analisis itu juga berisi tentang seorang warga Arab Saudi bernama Maad al-Qathani, yang berniat menjadi pembajak ke-20 pada serangan 11 September 2001, tapi gagal masuk AS.

“Tahanan itu berasosiasi dengan anggota kunci lain Al- Qaeda, termasuk perencana operasi senior Khalid Sheikh Mohammed,” ungkap dokumen yang dikutip CNN tersebut. Dokumen itu kemudian menyebut al-Qathani mendapatkan pelatihan komputer dari anggota Al-Qaeda bernama Abu Ahmad al-Kuwaiti untuk persiapan misi ke AS. Saat itu al-Kuwaiti adalah fasilitator dan bawahan senior Mohammed.“

Al-Kuwaiti bekerja di rumah media Al-Qaeda yang dioperasikan KU-10024 (Mohammed) di Kandahar dan menjadi seorang kurir,”imbuh dokumen tersebut. Al-Qathani dilaporkan menghabiskan waktu tiga pekan mengikuti pelatihan dasar bersama Al-Qaeda sejak Desember 2000 hingga Februari 2001. Saat itulah dia diperkenalkan kepada Osama.“Tahanan memaparkan,UBL (Osama) bilang padanya,karena dia (al- Qathani) bersedia melayani agama, dia harus pergi bersama KU-10024, yang memintanya melakukan sesuatu.

Itulah pertemuan pertamanya dengan pemimpin Al-Qaeda, di mana al-Qathani bersumpah untuk tetap bersekutu dengannya,” ujar dokumen tersebut. Dokumen itu juga memaparkan, al-Kuwaiti dekat dengan Osama dan bepergian bersama pemimpin Al-Qaeda itu.“Al-Kuwaiti terlihat di Tora Bora dan mungkin sekali bahwa al-Kuwaiti adalah salah satu orang yang dilaporkan para tahanan mendampingi UBL di Tora Bora sebelum UBL menghilang,” papar dokumen itu.

Setelah serangan AS di Tora Bora, Afghanistan, pada Desember 2001 yang menarget Osama, pentolan teroris itu menghilang. Beberapa pihak mengklaim Osama tewas dalam serangan itu. Namun, pemimpin Al-Qaeda itu ternyata selamat dan menyelinap ke Pakistan. Dalam sebuah analisis terhadap nilai intelijen al-Qathani, dokumen itu mencatat bahwa pria asal Arab Saudi itu punya akses ke lingkaran dalam Al-Qaeda melalui interaksinya dengan anggota senior Al-Qaeda, termasuk UBL, (Ayman al) Zawahiri, KU-10024 (Mohammed), dan lainnya.

Zawahiri adalah orang kedua Al-Qaeda di bawah Osama. Sampai berita ini diturunkan, CNN belum bisa mendapatkan konfirmasi resmi terhadap identitas kurir itu dari pejabat AS. Namun, beberapa faktor telah menunjuk kepada al-Kuwaiti sebagai kurir yang secara tidak sengaja telah membawa AS ke tempat persembunyian Osama.

Faktorfaktor itu antara lain adalah sejarah al-Kuwaiti dengan Al- Qaeda, aksesnya ke pemimpin senior,deskripsinya di taksiran Guantanamo sebagai kurir dan fakta bahwa dia belum pernah ditangkap. Hingga saat ini belum diketahui apakah al-Kuwaiti berada di kompleks di Abbottabad, Pakistan, tempat tinggal Osama, ketika pasukan elite AS melakukan penyerangan atau apakah dia tewas atau terluka dalam operasi itu. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang Penyergapan Osama bin Laden.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel