Turut menyosialisasikan Jaminan Persalinan

Perangkat pemerintah daerah ini harus turut menyosialisasikan Jaminan Persalinan (Jampersal). Sebab, program yang membebaskan biaya bersalin ini harus diketahui masyarakat, agar kematian ibu dan bayi bisa ditekan. Lurah dan camat diharapkan proaktif dalam menyosialisasikan program Jampersal ini.DPD sudah mengidentifikasi ke seluruh Indonesia, ternyata pengguna Jampersal masih sangat minim. Padahal program ini sangat bagus untuk mengurangi kematian ibu dan anak. Karenanya pemerintah kabupaten/kota, termasuk pemprov, melalui Dinas Kesehatan, harus menyosialisasikan Jampersal. Bukan hanya bentuk spanduk dan iklan, namun RT dan RW harus mendata ibu hamil.

Tidak perlu miskin,siapa saja yang membutuhkan boleh menggunakan program ini,”jelas anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Utara, Darmayanti Lubis, kepada media. Saat ini, kasus kematian ibu di Indonesia tergolong tinggi, mencapai 228 per 100.000 kelahiran, meski angka itu telah turun dari 300 per 100.000 kelahiran pada 2004.

Harapan agar instansi di daerah turut berperan juga diungkapkan Kepala Bagian Humas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara Anthony. Agar program Jampersal berhasil, BKKBN Sumut segara menyuratiBKKBNkab/kotaagar menyosialisasikannya di rumah sakit. BKKBN Sumut tetap berkoordinasi dengan rumah sakit. Alokasi dana akan digunakan untuk pelaksanaan paket Jampersal, yaitu pendataan ibu hamil,empat kali pemeriksaan ibu hamil,dan persalinan.

”Program tersebut akan masuk dalam layanan jaminan kesehatan daerah yang biayanya ditanggung Kemenkes tanpa dipungut biaya apa pun.Program ini diharapkan bisa menekan atau mengurangi jumlah kematian ibu dan bayi,”harap Anthony. Dia menambahkan,Jampersal itu akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2011 dengan prioritas tambahan 900.000 ibu hamil dari data persalinan Jamkesmas yang mencapai 1,7 juta ibu hamil per tahun.

Tambahan layanan kepada 900.000 ibu hamilitumerupakantahapawal, karena keterbatasan anggaran. Angka persalinan di Indonesia tercatat mencapai 4,6 juta. ”Jampersal memberikan pertanggungan biaya kepada ibu hamil yang ingin bersalin di kelas III rumah sakit pemerintah, sarana pelayanan kese-hatan, dan bidan praktik. Pemerintah menargetkan dapat mencakup 1,7 juta ibu hamil ditambah dengan prioritas 900.000 ibu hamil pada 2011. Dana yang telah dialokasikan untuk Kemenkes dalam RAPBN 2011 mencapai Rp26,2 triliun,”paparnya.

Anthony juga mengungkapkan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kematian bagi ibu hamil dan melahirkan adalah kondisi empat terlalu, yaitu terlalu muda melahirkan (kurang dari 20 tahun), terlalu banyakmelahirkan( lebihdaritiga kali), terlalu tua melahirkan (usia di atas 34 tahun), dan terlalu dekat persalinan (kurang dari24bulan). ”Programkeluarga berencana mengupayakan agar setiap kehamilan berada pada masa ideal sehingga kelangsungan hidup ibu,bayi,dan anak dapat ditingkatkan,” pungkas Anthony. Demikian catatan online Mesin Glundung tentang turut menyosialisasikan Jaminan Persalinan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel