Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia

Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa menggunakan dana talangan untuk membiayai pemberangkatan 94 atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XII Kepulauan Riau (Kepri), 18–28 September.

Penggunaan dana talangan disebabkan hingga saat ini belum ada kejelasan dana bantuan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).Pihak Bapomi memakai dana talangan untuk memberangkatkan atlet yang rencananya dilaksanakan Sabtu (17/9). Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel Burhanuddin Baharuddin mengatakan, pembahasan untuk APBNP saat ini memang belum dilaksanakan.

Menurut dia, kemungkinan dalam waktu dua pekan ke depan baru akan dilakukan pembahasan di setiap komisi. “Jadi, kemungkinan penetapan APBN-P baru akan dilakukan pada awal Oktober mendatang.Terkait dana Pomnas tersebut tentu akan dibahas nanti.Kalau memang pihak KONI sudah harus memberangkatkan atlet, alternatifnya tentu mereka bisa menggunakan dana talangan dulu,” ungkapnya.

Terkait penggunaan dana talangan, anggota Banggar DPRD Sulsel Adjip Padindang mengatakan, dana Pomnas tersebut memang selalu dianggarkan. Menurut Adjip, ada kemungkinan Bapomi lengah sehingga tidak mengusulkan lagi di APBD tahun ini. “Sekarang memang ada perubahan sistem anggaran, apalagi Bapomi ini bukan SKPD yang memang ada program jelas sehingga memang mereka harus mengusulkan untuk bantuan anggaran ters ebut,”ungkapnya.

Meski begitu, anggota Komisi E DPRD Sulsel ini mengatakan, pihaknya sangat mendukung usulan penggunaan dana APBN-P. Dia mengaku sangat mengetahui event olahraga tersebut karena sering terlibat dan mengikuti setiap tahunnya pembahasan untuk alokasi bantuannya. Wakil Sekretaris Bapomi Sulsel Nukhrawi Nawir mengatakan, pihak Bapomi memang menggunakan dana talangan pemberangkatan atlet.

Namun,menurut dia, dana tersebut juga berasal dari Pemprov Sulsel. “Memang untuk Pomnas digunakan dana talangan. Ini juga hasil pertemuan kami dengan Bapak Gubernur pada Ramadan lalu.Dengan begitu, tak ada masalah pada pemberangkatan dan akomodasi atlet nantinya,”ujarnya.

Nukhrawi mengatakan, besarnya dana tersebut berkisar Rp400 juta untuk kebutuhan para atlet nantinya. Sulsel sendiri akan mengikuti 10 cabang olahraga yang dipertandingkan pada eventolahraga mahasiswa dua tahunan tersebut. Sepuluh cabang olahraga tersebut, yakni renang, karate, pencak silat, basket ,bola voli, catur, bulu tangkis, futsal, atletik, dan sepak takraw. Demikian informasi dari Mesin Glundung yang berjudul Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel