Harga emas di pasaran cenderung turun

Beberapa hari terakhir ini, harga emas di pasaran cenderung turun. Warga yang memiliki dana lebih, disarankan membeli emas karena harganya diprediksi akan kembali naik. Inilah waktu yang tepat bagi masyarakat membeli emas. Berdasarkan pengamatan beberapa bulan terakhir ini, penurunan harga emas berlangsung sangat singkat,” kata Kepala Kantor Wilayah VII Perum Pegadaian Makassar Eri Mardianto di Makassar, kemarin.

Kenaikan harga belinya diprediksi akan terus melambung hingga tahun depan. “Masyarakat tidak perlu khawatir untuk investasi emas. Tabungan dan saham tidak begitu menjanjikan. Namun, emas setiap waktu harganya akan naik,” katanya.

Manajer Operasi dan Pengembangan Perum Pegadaian Wilayah VII Makassar Didik Suharyogi menambahkan,saat ini nilai taksir emas di Pegadaian sedang turun. Ini dipengaruhi harga emas dunia yang juga sedang menurun.“Saat ini nilai taksir emas di Pegadaian adalah Rp469.000 per gram,” paparnya.

Padahal, Senin (26/9), nilai taksirnya Rp471.000 per gram. Bahkan, pada Jumat (23/9), nilai taksir emas justru berada di angka Rp501.000 per gram. “Namun, harga emas akan terus naik dan diprediksi hingga akhir tahun nanti,” ungkapnya. Turunnya harga emas ikut memengaruhi bisnis Perum Pegadaian.

Hingga akhir September ini, emas batangan yang sudah terjual sebanyak Rp12 kg atau setara dengan Rp6,6 miliar. “Angka ini tidak seberapa,” ujarnya. Menurut Didik, Agustus lalu atau tepatnya saat Ramadan, penjualan emas batangan mencapai 15 kg. “Tingginya penjualan karena permintaan emas batangan juga sangat tinggi. Ini juga dipengaruhi prospek investasinya yang cukup menjanjikan,”paparnya.

Dia memprediksi, akhir tahun ini harga emas di pasaran bisa menembus Rp600.000 per gram. Dia menyarankan masyarakat yang punya dana lebih sebaiknya digunakan untuk investasi emas.“Sekarang waktunya beli, mumpung harga emas turun,”paparnya.

Sementara itu, Marketing Manager Bank Syariah Mandiri (BSM) Elsie Dwiehendri juga mengakui harga emas di pasaran sedang turun. “Harga dasar emas (HDE) sempat menembus Rp500.000 per gram. Namun beberapa pekan terakhir ini berada di kisaran Rp450.000,” ungkapnya.

Dia mengatakan, nilai tersebut sudah melampaui prediksi sebelumnya.Saat awal tahun, HDE emas di kisaran Rp360.000 per gram. Sementara pada akhir tahun diprediksi Rp600.000. “Saat ini saja sudah menyentuh Rp500.000 per gram,”ujarnya. Investasi emas masih cukup prospektif karena harga emas sangat dipengaruhi ekonomi dunia dan harga minyak dunia. “Sebelumnya beberapa negara menyimpan cadangan dananya dalam bentuk dolar Amerika,” tuturnya.

Namun, sejak terjadi krisis ekonomi di Amerika dan Eropa, sejumlah negara memindahkan cadangan dananya dalam bentuk emas. “Ekonomi Amerika dan Eropa diprediksi baru pulih 10 tahun ke depan. Artinya, hingga 10 tahun ke depan, harga emas di pasaran akan terus naik,”pungkasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel