Pasar saham di Bursa Efek Indonesia

Pasar saham di Bursa Efek Indonesia diprediksi akan terus rebound setelah sepekan terakhir terus mengalami tekanan jual karena terpengaruh krisis ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat.

Setelah didera tekanan jual pada Kamis, 22 September lalu pada perdagangan Jumat 23 September, indeks saham rebound 1,7 persen atau 57,2 poi ke posisi 3.426,34. Volume transaksi tercatat 4,18 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp5,37 triliun.

Analis Indosurya Securities, Reza Priyambada menjelaskan, perdagangan IHSG seminggu kemarin mengalami tekanan jual karena investor berlebihan menyikapi kondisi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sehingga menimbulkan spekulasi capital outflow.

"Padahal capital outflow tidak terjadi karena memang terjadi peralihan dana dari pasar saham ke mata uang," kata Reza saat berbincang dengan media, Minggu 25 September 2011.

Reza menganalisis pada perdagangan Senin 26 September 2011 mendatang para investor sudah berani masuk ke pasar modal sehingga saham-saham blue chip yang sudah terdiskon banyak pada minggu lalu akan diburu oleh investor dan menjadi pemicu saham-saham lainnya untuk rebound.

Menurut dia, saham-saham perbankan, khususnya saham-saham Bank BUMN seperti Mandiri, BRI, dan BRI diprediksi akan naik kencang. Selain perbankan, ia menyarankan saham-saham consumer goods seperti Unilever dan Ultrajaya.

"Pergerakan saham-saham perbankan dan consumer goods bisa lebih diakumulasi," katanya.

Ia menjelaskan emiten di bidang perbankan dan consumer goods dapat mengerek saham-saham lainnya yang dijual murah untuk meningkatkan nilai sahamnya. Namun Ia menyarankan agar investor menahan diri membeli saham pertambangan.

Dia mengatakan, fundamental emiten saham tidak ada masalah namun sentimen luar yaitu harga kontrak tambang masih rendah sehingga tidak ada sentimen positif untuk rebound. Ia mengecualikan emiten Bumi Resources yang pekan lalu memberikan sinyal positif berupa komitmen mengurangi jumlah hutang dengan menjual saham di anak usaha. "Ada komitmen untuk mengurangi jumlah utang yang sekarang," ujarnya. Demikian catatan online Mesin Glundung yang berjudul Pasar saham di Bursa Efek Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel