Indonesian Forwarders Associations

Indonesian Forwarders Associations (Infa) Sulsel menilai pemerintah tak siap menerapkan kebijakan agen inspeksi (regulated agent/RA). Padahal sesuai jadwal,kebijakan ini akan diterapkan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Mei mendatang. Sekretaris Infa Sulsel Andi Maruddani Pangerang mengatakan, ketidaksiapan pemerintah itu terlihat dari belum adanya aturan pendukung dari Peraturan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara No SKEP/255/1V/2011.

Dalam regulasi tersebut dijelaskan, pengiriman barang dengan pesawat udara harus melalui jasa agen inspeksi demi menjamin standar keamanan barang.”Jika mengacu pada aturan tersebut, Mei nanti RA sudah harus diberlakukan di Bandara Hasanuddin Makassar. Namun, kami lihat pemerintah belum siap,” ujar dia di Makassar,kemarin. Menurutnya, sampai sekarang aturan pendukung pendirian perusahaan RA belum diterbitkan sehingga penerapan jasa agen inspeksi akan sulit terealisasi dalam waktu cepat.

“Setiap orang berhak mendirikan perusahaan RA. Namun kendalanya, khusus di Sulsel, kami belum terima aturan teknisnya,” katanya. Aturan yang dimaksud, yaitu syarat-syarat pendirian RA belum diketahui sehingga dengan sisa waktu sekitar tiga bulan ini akan sulit merealisasikan rencana tersebut.“Apalagi, penerapan RA masih bermasalah, terutama di Bandara Soekarno-Hatta Tanggerang,” ujarnya. Pengusaha kargo menilai, dengan dilibatkannya RA dalam proses distribusi barang, justru akan memperpanjang jarak, termasuk waktu pengiriman barang.

“Perusahaan RA bisa berada di sekitar bandara, bisa juga di luar bandara,” ucapnya. Menurutnya, jika berada di luar bandara,semua barang harus dibawa ke perusahaan RA tersebut.Akibatnya,waktunya lebih lama,biayanya juga membengkak. “Pastinya barang akan diperiksa dua kali. Pertama oleh RA, kemudian petugas kargo,”paparnya. Sementara itu,General Manager Angkasa Pura I Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Nursapto mengakui hingga saat ini belum mengetahui teknis pendirian RA.

“Angkasa Pura juga berencana mendirikan perusahaan RA,”paparnya. Kendalanya, aturan main soal RA belum jelas.Walau begitu, Nursapto mengaku, pihaknya punya solusi jika aturan tersebut harus diberlakukan Mei nanti. “Kami berharap, bisa menggunakan sinar X milik kargo,”ucapnya. Alat tersebut masih baru dan akan memudahkan pengawasan barang sambil menunggu berdirinya perusahaan RA. “Masih sebatas usulan karena yang akan memutuskan adalah pemerintah,”katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel