Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang menantang Wali Kota Makassar Ilham Arifin Sirajuddin untuk meninggalkan program pendidikan gratis yang disebut hanya adopsi dari pemerintah pusat. Pernyataan Agus itu menjawab kritikan Ilham yang menyebut program andalan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, yakni pendidikan dan kesehatan gratis belum menyentuh masyarakat. “Saya tantang Ilham untuk tinggalkan program pendidikan gratis kalau memang tidak efektif,” ungkap bakal calon wakil gubernur Sulsel yang disebut-sebut berpeluang kembali mendampingi Syahrul di Pilgub Sulsel 2013 itu.

Menurutnya, program pendidikan gratis yang dijalankan Pemprov Sulsel sejak 2008 itu murni gagasan Syahrul Yasin Limpo dan dirinya saat terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulsel empat tahun lalu. “Siapa yang bilang begitu? Justru pusat yang menjadikan kita (Sulsel) percontohan dengan pendidikan gratis.Semua orang juga tahu itu kok,” katanya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menjelaskan, pendidikan sebenarnya bukan tanggung jawab Pemprov Sulsel, melainkan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah kabupaten/ kota. Pemprov hanya membantu kabupaten/kota yang dianggap belum mampu 100% menjalankan wajib belajar sembilan tahun.“ Kami ini hanya membantu sharingdana40%, selebihnya kabupaten/ kota.

Tapi kalau memang tidak mau menerima 40%, bilang saja. Tapi secara tertulis dong, jangan di media,” paparnya. Di awal pencanangan program pendidikan gratis 2008, sebanyak 23 kabupaten/kota, termasuk Pemkot Makassar, menandatangani memory of understanding (MoU) mengenai pembagian alokasi anggaran, yakni 40% ditanggung APBD provinsi dan 60% ditanggung APBD kabupaten/kota. “Kancuma satu kepala daerah yang ngomong begitu,yang lainnya tenang-tenang saja tuh.

Kalau sudah ada 13 kepala daerah yang katakan jelek, baru kami evaluasi,”katanya. Terkait sindiran Ilham yang mengatakan pendidikan gratis belum mempengaruhi menurunnya angka buta aksara di Sulsel, Agus juga membantahnya. Menurut dia, angka buta aksara di Sulsel didominasi oleh masyarakat yang berumur 50 tahun ke atas. Sedangkan program pendidikan baru berjalan selama empat tahun untuk tingkat SD dan SMP. “Pendidikan gratis itu menyentuh SD dan SMP.

Sekarang baru menuju SMA. Kalau angka buta aksara itu banyak di usia siswa SD dan SMP,itu baru salah pendidikan gratis. Ini kan yang sekarang angka buta aksara umurnya rata-rata di atas 50 tahun,”ungkapnya. Sehari sebelumnya, Ilham mengkritik program Syahrul- Agus saat menyampaikan orasi politik di Musyawarah Kerja Wilayah( Mukerwil) PartaiKebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Sahid Makassar,Selasa (10/4).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel