saling Barter Dukungan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dikabarkan akan saling barter dukungan dalam mengusung calon gubernur (cagub) pada pilgub di provinsi berbeda. Sumber media di internal Partai Gerindra Sulsel menyebutkan, PKS akan mengusung Bupati Sinjai dua periode Andi RudiyantoAsapa sebagai cagub di Sulsel.

Alasannya, DPP PKS dan Gerindra sudah sepakat melakukan barter dukungan. Sebaliknya, kata dia, Partai Gerindraakanmengusungkader PKS sebagai cagub di provinsi lain, yakni di pulau Jawa. Pada waktu yang hampir bersamaan, dua provinsi di Jawa, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah juga akan menggelar event pilgub.

“Hampir pasti PKS akan memberikan dukungan ke kami. PKS akan mendukung Rudiyanto dan Gerindra juga akan mendukungcalonPKSyangakan maju di salah satu provinsi di Jawa,” ujar sumber yang meminta namanya tak disebutkan. Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Anwar Wahab yang dikonfirmasi terpisah mengaku, tak ingin membahas soal barter dukungan cagub tersebut. Alasannya, karena ingin memberikan kejutan saat deklarasi Rudiyanto di Stadion Andi Mattalatta, 26 Mei mendatang. Dia mengatakan, DPP Gerindra sudah sampai pada tahap akhir komunikasi dengan sejumlah pengurus pusat partai, termasuk PKS yang rencananya akan turut hadir saat deklarasi.

“Saat ini, DPP sedang melakukan finishing dengan semua partai yang rencananya akan mengusung Rudi. Begitu juga dengan PKS,”katanya. Juru bicara Andi Rudiyanto Asapa, Sugiarti Mangun Karim juga mengaku, akan ada beberapa partai besar yang hadir di acara deklarasi, sekaligus menyerahkan dukungan tertulis kepada mantan ketua LBH Makassar itu.“Tunggu saja, akan ada kejutan nanti saat deklarasi. Beberapa pengurus pusat partai akan didatangkan, termasuk PKS dan Hanura. Tidak menutup kemungkinan ada partai lain juga yang akan ikut,”ungkapnya.

Sementara itu,Ketua DPW PKS Sulsel Andi Akmal Pasluddin yang dihubungi media, tidak menampik kabar barter dukungan cagub yang diusung di Pilgub Sulsel dan pulau Jawa. Menurutnya, semua kemungkinan bisa terjadi, karena yang menentukan dukungan adalah pengurus DPP. “Semua kemungkinan itu bisa saja terjadi.Kondisi politik di pusat tentu berbeda dengan kondisi politik di Sulsel. Tapi sekali lagi, semua kami serahkan ke DPP sebagai penentu,” katanya.

Dia menjelaskan, kondisi politik di Sulsel tak bisa terlepas dari kondisi politik di daerah lain, khusunya agenda Pemilu dan Pilpres 2014.Akmal juga menyatakan, PKS Sulsel tidak membuka pendaftaran cagub dan cawagub,melainkan hanya membangun komunikasi lisan dengan kandidat. Soal kemungkinan dukungan ke pasangan Ilham Arief Sirajuddin- Aziz Qahhar Mudzakkar, Akmal mengaku, jika pasangan dengan tagline Semangat Baru itu juga berpeluang.

“Memang ada kemungkinan PKS menguat ke Ilham-Aziz, karena hanya pasangan itu yang paling intens berkomunikasi dengan PKS. Namun, semuanya tergantung DPP karena mereka yang memutuskan,” ungkapnya. Informasi yang dihimpun, partai pemilik tujuh kursi di DPRD Sulsel itu sudah deal dengan Ilham-Aziz dan tinggal menunggu jumlah dana pemenangan yang akan diserahkan sebelum surat rekomendasi dukungan diterbitkan.

Kabarnya, kubu Ilham-Aziz menyanggupi dana pemenangan sekitar Rp3 miliar plus bargaining suara di Pemilu 2014. Ilham yang dikonfirmasi soal biaya pemenangan itu, enggan berkomentar. Namun, Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini mengaku, optimistis akan diusung PKS. “Komunikasi saya memang intens ke PKS. Kami juga sudah ada titik temu.Makanya saya optimistis. Mudah-mudahantidakada hambatanke depannya,” katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel