Pemilihan walikota di Palestina

Pemilihan walikota di kota-kota Tepi Barat, Palestina, akan digelar untuk pertama kalinya dalam enam tahun pada Sabtu, 20 Oktober 2012. Dalam pemilihan kali ini, jumlah kandidat perempuan luar biasa banyak tidak seperti biasanya.

Diberitakan CNN, Jumat 19 Oktober 2012, lebih dari 1.000 orang wanita mencalonkan diri menjadi walikota di berbagai kota di Tepi Barat. Jika terpilih nantinya, mereka harus menghadapi berbagai permasalahan klasik warga Palestina, yaitu perpecahan Hamas-Fatah, buruknya ekonomi, dan perseteruan dengan Israel.

Salah satu kandidat wanita dari kota Hebron adalah Maysoun Qawasmi, calon independen dengan slogan, "Dengan berpartisipasi, kita bisa." Di kota ini, jarang sekali ditemukan wanita yang bekerja, apalagi yang terlibat dalam masalah politik.

"Kami harus bekerja lebih keras sepuluh kali lipat dibandingkan kandidat lelaki dalam berkampanye," kata Qawasmi.

Dengan mencalonkan diri sebagai pemimpin kota, Qawasmi bercita-cita membawa perubahan di kota tersebut. Selain itu, dia ingin menunjukkan bahwa wanita Palestina juga bisa memerintah. "Wanita yang kuat bisa membenahi masyarakat," ujar Qawasmi.

Keputusannya untuk mencalonkan diri juga didukung oleh suami dan anak-anaknya. Izin suami, ujarnya, adalah yang paling utama bagi seorang wanita Arab untuk turun berpolitik. "Dia bilang, 'kau kuat, majulah dan saya akan mendukungmu di manapun,'" ujar Qawasmi menirukan perkataan suaminya.

Kandidat lainnya yang berasal dari kota kecil Saffa di dekat Tel Aviv, Elham Sami, mengatakan bahwa keikutsertaan wanita dalam pemilihan akan menaikkan derajat wanita di masyarakat. Menurutnya, selama ini peran wanita Palestina tidak dianggap serius.

"Kita kurang budaya yang menghargai ide-ide wanita dan mendengarkan permasalahan wanita, contohnya kesehatan wanita dan padatnya jumlah siswa di kelas," kata Sami, dikutip dari Radio France Internationale.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel