Jam Tangan Mewah TAG Heuer

Pembuat jam tangan mewah TAG Heuer mengungkap rencana besarnya membuat smartwatch yang bisa menjadi rival Apple Watch. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap tren wearable computing yang semakin santer, terutama dalam genre jam tangan cerdas yang terkoneksi ke internet. Awalnya TAG Heuer yang termasuk pada grup produsen barang mewah LVMH ini tidak menganggap smartwatch sebagai suatu ancaman. Namun, Selasa kemarin waktu setempat, TAG Heuer Interim Chief Executive Jean-Claude Biver mengatakan dirinya berubah pikiran.

Biver segera menggarisbawahi rencana-rencana pembuatan smartwach. Bahkan, dia telah mendapatkan beberapa rekanan untuk kerjasama serta tengah mempertimbangkan pembelian yang mendorong terwujudnya hal itu. “Kami memulai proyek ini sekitar empat bulan lalu. Kami telah mendapatkan beberapa rekan dan kemungkinan akan melakukan akuisisi,” ujar Biver, seperti dilansir KompasTekno dari Reuters, Rabu kemarin.

Namun belum diketahui rekan seperti apakah yang akan bekerjasama dengan mereka. General Manager TAG Heuer Guy Semon pun menolak memberikan kejelasan ketika ditanyakan apakah Google atau Intel terlibat sebagai rekan mereka. Dia hanya mengungkap ada banyak rekan yang tengah dilibatkan untuk proyek smartwatch tersebut.

Desas-desus yang beredar mengatakan bahwa smartwatch dari pembuat jam asal Swiss ini ditanami prosesor Intel. Seperti halnya smartwatch di pasaran, smartwatch TAG Heuer ini juga memiliki sebuah sensor elektronik yang mengawasi pembakaran kalori dalam tubuh pemakainya.

Tsunami untuk jam tangan Swiss

Kemunculan wearable computing seperti smartwatch menjadi tantangan besar bagi industri jam tangan di Swiss. Jam tangan yang umumnya berfungsi sebagai penunjuk waktu harus berhadapan dengan jam tangan yang bisa memperlihatkan isi mail, melakukan panggilan telepon, bahkan mencatat berbagai aktivitas penggunanya.

“Smartwatch adalah sebuah tantangan bagi industri jam tangan Swiss. Tantangan ini sebanding dengan kehadiran teknologi quartz. Kami tidak bisa mengabaikan tsunami ini yang datang semakin mendekat,” papar Semon.

Bukan hanya TAG Heuer yang menghadapi tantangan tersebut dengan rencana peluncuran smartwatch orisinilnya. Grup Swatch yang merupakan salah satu produsen jam terbesar dunia pun telah mengatakan akan meluncurkan smartwatch pada musim panas mendatang. Apakah pembuat jam tangan asal Swiss pun sudah menjelang pada pilihan: inovasi atau mati?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel